5 Fakta Penyakit Cacar Air yang Mudah Menulari Anak-Anak

  • Whatsapp
5-fakta-penyakit-cacar-air-yang-mudah-menulari-anak-anak
Foto: Canva.com pro

Musim pancaroba dengan iklim tropis di Indonesia membuat beberapa virus begitu mudah berkembang dan menyebabkan serangan penyakit tertentu. Salah satunya ialah penyakit cacar air (varisela). Cacar air ini disebabkan serangan virus varisela zoster yang pada dasarnya menyerang tubuh dalam kondisi imun buruk. Penyakit ini mudah menyerang anak-anak yang mana memiliki imunitas lebih rentan.

Fakta Seputar Cacar Air

Banyak yang menganggap cacar air hanya menyerang anak kecil saja, tetapi penyakit ini mampu menyerang orang dewasa dan tidak hanya untuk sekali, melainkan lebih, khususnya mereka yang belum menjalani vaksin cacar air.

Read More

1. Penyakit Menular yang Sering Salah Penanganan

Masih banyak orangtua yang salah memberi penanganan dengan menganggap kondisi ruam pada area kulit yang mulai berkurang adalah proses penyembuhan tanpa risiko menular. Padahal pada proses ini virus lebih berisiko menulari orang lain. Untuk itu, saat gejala mulai berkurang dan ruam, serta bercak mulai mengering, tetap biarkan anak berada di dalam rumah atau kamar.

2. Tanda dan Gejala Awal Cacar Air

Ketahuilah gejala awal pada penyakit cacar air ini yaitu muncul demam disertai sakit kepala, tubuh terasa hilang tenaga, sakit tenggorokan, kurang nafsu makan, bisa disertai mual/muntah, juga muncul ruam dan bintik-bintik menonjol yang terasa gatal. Lama-kelamaan bintik tersebut mulai mengering. Gejala ini membuat anak jadi lebih rewel, hingga sulit tidur.

3. Pengobatan Awal Atasi Cacar Air

Selain pergi ke dokter, Anda bisa memberi pengobatan awal dengan memberi obat pereda demam atau penurun panas. Pastikan memberi asupan bernutrisi dan beri cairan yang cukup.

Berikan pakaian berbahan katun lembut yang nyaman karena kulit akan terasa gatal. Mandikan ia dengan air hangat yang bisa mengurangi rasa gatal. Pergilah ke apotek untuk membeli salep oles yang mengandung calamine, oleskan pada area ruam.

4. Agar Anak Merasa Lebih Nyaman

Bantulah ia meredakan rasa tidak nyamannya dengan menemaninya beristirahat dan pantau gerakan tubuhnya. Biasanya anak akan otomatis menggaruk-garuk area ruam yang seharusnya dihindari. Kalau perlu, pakaikan sarung tangan.

5. Cacar Air Bisa Menyebabkan Komplikasi

Dalam kondisi tertentu atau pun penanganan yang terlambat dan kurang tepat bisa menyebabkan komplikasi. Seperti mengalami dehidrasi, infeksi, hingga radang otak. Segera bawa ia ke dokter bila gejala tidak juga reda dan semakin parah.

Tidak hanya anak-anak, wanita yang sedang hamil pun rentan tertular virus cacar air dengan risiko komplikasi lebih tinggi. Mulai dari bayi mengalami gangguan intelektual, hingga cacat lahir. Namun, sesuai informasi seputar kehamilan yang disarankan, ibu hamil tidak boleh lakukan vaksinasi cacar air. Untuk pencegahan, semaksimal mungkin jauhi kontak langsung dengan penderita penyakit cacar air, termasuk penderita yang memasuki fase sembuh.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *